Senin, 26 September 2011

Materi Narkoba



NARKOBA
Pengertian
Narkoba = Narkotik, psikotropika dan obat terlarang
Narkotika, yaitu zat / obat yg berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi yg dapat menyebabkan penurunan kesadaran, menghilangkan / mengurangi rasa nyeri.
contoh : heroin, kokain, morfin, kodein dan ganja. Putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.
Psikotropika, yaitu zat / obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yg menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
contoh : ekstasi, metamfetamin (sabu), pil koplo.
Zat Psiko-aktif, yaitu zat lain bukan narkotika dan psikotropika yg berpengaruh pada kerja otak.
contoh : Alkhohol, solven (gas yg mudah menguap), nikotin, kafein.
Pengaruh Narkoba
  1. Perubahan pada suasana hati
a. menenangkan
b. rileks
c. gembira
d. rasa bebas
e. kenikmatan semu
f. krisis yang menetap
g. meningkatkan penampilan
h. bebas dari perasaan waktu
  1. Perubahan pada pikiran
a. stres hilang
b. meningkatkan khayal
  1. Perubahan pada perilaku
a. meningkatkan keakraban
b menghambat nilai
c. lepas kendali
Pola Pemakaian Narkoba
  • Pola coba-coba, yaitu karena iseng dan ingin tahu. Pengaruh tekanan kelompok sebaya sangat besar.
  • Pola pemakaian sosial, yaitu pemakaian dg tujuan pergaulan
  • Pola pemakaian situasional, pemakaian karena situasi co. kesepian, broken heart
  • Pola habituasi – kebiasaan
  • Pola ketergantungan – timbulnya toleransi dan atau gejala putus zat
Ciri-ciri pemakai Opiodia
Jangka pendek
hilangnya rasa nyeri
ketegangan berkurang
rasa nyaman seperti mimpi dan ngantuk
Jangka panjang
ketergantungan
meninggal
komplikasi
HIV / AIDS, hepatitis B / C
Ciri-ciri pemakai Ganja
Jangka pendek
rasa cemas
gembira
banyak bicara
tertawa cekikikan
halusinasi
peningkatan denyut jantung dan mata merah
Jangka panjang
daya berpikir berkurang
motivasi belajar menurun
peradangan paru-paru
perubahan pada sel-sel otak
Ciri-ciri pemakai Alkohol
Pengaruh jangka pendek
mabuk
jalan sempoyongan
bicara cedal
memicu kekerasan
Pengaruh jangka panjang
kerusakan hati
kelenjar getah lambung
saraf tepi
gangguan jantung, dan kanker.
Alasan orang memakai narkoba
  1. Anticipatory beliefs : anggapan bahwa jika memakai narkoba, orang akan menilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti mode.
  2. Relieving beliefs : keyakinan bahwa narkoba dapat digunakan untuk mengatasi ketenangan, cemas & depresi
  3. Facilitative / permissive beliefs : keyakinan bahwa penggunaan narkoba merupakan gaya hidup, karena perubahan zaman / nilai sehingga dapat diterima.
Model-model pencegahan dan penanggulangan
  1. Model Moral – Legal, pendekatan dimana narkoba dan pengedar sebagai suatu yg membahayakan harus dilenyapkan.
  2. Model Medik dan kesehatan masyarakat, karena dianggap sebagai penyakit menular narkoba dan pemakai harus ditangani seperti pemberantasan penyakit
  3. Model psikososial, menempatkan individu sebagai unsur yang aktif, penanggulangannya ditujukan pada faktor perilaku individu
  4. Model sosial budaya, menekankan pentingnya lingkungan dan konteks sosial, misal tidak dibenarkannya orang memakai narkoba
  5. Pendekatan komprehensif, menitik beratkan pada bagaimana menghindarkan narkoba dari penggunaanya oleh masyarakat
Alasan Penyalahgunaan
Zat mudah didapat dan murah (availability & acceptability)
  1. Rasa ingin tahu yang besar (curiosity)
  2. Ingin mencoba karena penasaran (experimentation)
  3. Ingin bersenang-senang (just for fun)
  4. Ingin ngetren/gaya (fashionable)
  5. Perasaan tertekan (depresi)
Alasan penyalahgunaan…..
Pengaruh teman (peer pressure)
  1. Agar diterima lingkungan
  2. Pelarian dari kebosanan dan kegetiran hidup
  3. Ingin meningkatkan rasa percaya diri
  4. Sikap anti kemapanan (Rebellion)
Faktor Risiko
Pada diri pengguna:
Faktor dasar (suka menyendiri, suka melawan/ memberontak, suka mencari hal-hal baru)
    1. Melihat teman sepergaulan sebagai pecandu
    2. Tidak mampu menolak narkoba secara tegas
    3. Sikap permisif terhadap perilaku yang bermasalah
Pada keluarga:
    1. Keluarga memiliki riwayat sebagai pecandu
    2. Keluarga selalu cekcok
    3. Manajemen keluarga yang buruk
    4. Perilaku orang tua yang kasar, keras dan tidak konsisten
    5. Sikap orang tua yang terlalu permisif terhadap perilaku anak yang cenderung berisiko
Di masyarakat:
Ketersediaan narkoba
Kemiskinan/Kemelaratan
Transisi dan mobilitas penduduk
Hubungan masyarakat yang renggang
Tanda dini pengguna Narkoba
Prestasi menurun
Suka bolos dengan alasan yang tidak jelas
Mulanya periang jadi pemurung
Suka menyendiri/mengurung diri
Kamar yang biasa rapi jadi berantakan
Cari banyak alasan agar dapat keluar rumah
Cara berpakaian tidak rapi
Tanda dini pengguna Narkoba
Tidak mau lagi makan bersama keluarga
Wajah pucat dan kuyu
Mata dan hidung berair
Tangan gemetar
Selalu gelisah
Badan lesu dan berat badan menurun
Susah tidur
Barang pribadi mulai raib
Barang orang tua mulai raib
Mempunyai teman baru yang tidak dikenal
Mudah tersinggung, mudah marah & suka menantang
Suka pakai kaca mata hitam
Suka pakai baju lengan panjang
Mulai kenal rokok
Fakta tentang Narkoba
Semua jenis narkoba berisiko & berbahaya
  1. Tidak ada yang tahu pasti kandungan zat di dalamnya
  2. Tak ada jaminan kemurnian dan kekuatan zat serta bahan-bahan lain yang dicampurkan
  3. Mengkonsumsi beberapa jenis zat secara bersamaan (Poli drug use/Cocktail) sangat berbahaya
  4. Umumnya penyalahgunaan narkoba dimulai dari yang ringan (soft drug) seperti rokok, alkohol, ganja, dst.
Peran Pemuda untuk Cegah Narkoba
Wujudkan cita-cita dengan meningkatkan prestasi dan mengembangkan bakat demi masa depan
  1. Perdalam iman dan taqwa guna ketahanan diri dalam hadapi dan pecahkan masalah hidup
  2. Laksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap diri, keluarga dan masarakat
  3. Berusahalah jadi anggota keluarga yang baik
  4. Hati-hati dalam memilIH teman bergaul
  5. Ikuti kegiatan dalam organisasi sosial kemasyarakatan & tingkatkan kepedulian sosial
  6. Hindarkan perbuatan penyalahgunaan Narkoba
Peran orang tua
Bantu anak untuk berfikir positif tentang dirinya:
Tunjukkan rasa kasih sayang yang tulus
Lewatkan waktu bersama-sama
Beri tanggung jawab
Beri pujian dan dorongan
  1. Amati dan perhatikan bila ada perubahan sikap dan perilaku anak (waspadai tanda-tanda dini)
  2. Ciptakan keluarga yang harmonis
  3. Kenali dan perhatikan kawan bergaulnya
  4. Salurkan dengan wajar hobi dan bakatnya secara positif
  5. Kenalkan mereka dengan fakta-fakta tentang narkoba, dan ajari untuk bisa berkata tidak terhadap Narkoba
Peran Tokoh Masyarakat & Tokoh Agama
Mengajak umatnya untuk meningkatkan iman dan taqwa
  1. Mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya
  2. Mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat sembarangan/ kecuali dari dokter
  3. Mengisi waktu luang remaja dengan kegiatan kreatif positif
  4. Menggalakkan pertemuan warga untuk membahas masalah yang timbul
SEX BEBAS
Pengertian Tentang Seks :
  • Belum ada definisi baku
  • Seks : Jenis Kelamin, Hubungan Seksual, Hasrat Seksual.
  • Seksualitas : Bagaimana seks diperbolehkan, diatur, dan dikembangkan.Dipengaruhi oleh sistem sosial budaya, ekonomi, politik yang mengtur tentang seks.
Pengertian Bebas :
Tanpa Memperhitungkan norma-norma yang berlaku (agama, moral, peraturan, perundangan)
Pengertian Tentang Seks Bebas :
  • Adalah tindakan seksual antar sesama/berlainan jenis tanpa memperhitungkan norma-norma yang berlaku (agama, moral, peraturan, perundangan)
Pendidikan sex
PENGETAHUAN BIOLOGIS
1. Alat reproduksi
2. proses reproduksi
3. Penularan penyakit seksual dan HIV/AIDS
B. PENGETAHUAN SOSIOLOGIS/PSIKOSOSIAL
1. Seks
2. Perkembangan jiwa
3. Perilaku seks berisiko
4. Hak-hak manusia
5. Keputusan untuk melakukan hubungan sex
C. PENCEGAHAN
1. Nilai Agama
2. Nilai moral/moral
SASARAN
Primer:
  • Siswa SLTP
  • Siswa SLTA
  • Mahasiswa/I akademi/PT
Sekunder:
Guru Sekolah
Orang tua
Tokoh masyarakat/agama
Sex bebas menurut Islam
  • Hukumnya: dilarang
  • QS Al Israa’ 32: “Dan Janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Hukuman sex bebas
(menurut H.M Amin Syukur)
  1. Di cambuk bagi gadis/perjaka masing-2 100 kali
  2. Di rajm (dilempari batu sampai mati) bagi yang pernah punya istri/suami
AKIBAT
Kehamilan à aborsi/pengguguran
Penyakit kelamin: siphilis, GO, HIV/AIDS
SOLUSI SEX BEBAS
Pendidikan sex
  1. Ketegasan hukum
  2. Pendidikan agama:
pendidikan akhlak
Menikah bagi yang mampu, berpuasa bagi yang belum
Memelihara kehormatan, menjaga kemaluan, menjaga pandangan berpakaian sopan, tidak berdua-an dengan pria/wanita karena yang ketiga adalah setan
Taubat untuk meninggalkan perbuatan tercela
Pendidikan moral
HIV AIDS
NARKOBA, SEX BEBAS DAN HIV AIDS
Pecandu narkoba mempunyai kemungkinan untuk terjangkit HIV, karena sekitar 95% pemakai narkoba menggunakan suntikan yang menyebabkan mereka rentan terhadap infeksi HIV/AIDS, belum lagi melalui hubungan seksual, sebab pemakai narkoba kadangkala sering mempraktikkan hubungan seks bebas.
Arti HIV / AIDS
AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Acquired artinya di dapat
Immune artinya kekebalan tubuh
Syndrome artinya kumpulan gejala penyakit
AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh. Menurunnya kekebalan tubuh disebabkan oleh virus HIV / Human immunodeficiency Virus, yang mengurangi kekebalan tubuh manusia
Cara kerja dari HIV
  1. Virus menyerang sel darah putih / limfosit
  2. Masuk ke DNA dan mengahncurkan sel serta melepaskan virus yang baru
  3. Virus baru menyebabkan infeksi pada limfosit lain dan menghancurkannya
  4. Kekebalan tubuh sudah terinfeksi, menimbulkan komplikasi yang menyebabkan perlindungan terhadap infeksi kanker jadi lemah, juga menyebabkan gangguan pada limfosit B (yang menghasilkan antibody)
Penularan HIV / AIDS
Penularan HIV terjadi melelui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung sel terinfeksi atau partikel sel, seperti darah, cairan vagina, air susu ibu.
HIV juga dapat menular lewat
  1. Hubungan seks dengan penderita
  2. Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi
  3. Ibu yang terkena HIV memberi ASI pada anaknya
  4. Oral seks
  5. Melalui plasenta
Usaha menghadapi narkoba dan HIV AID
  1. Usaha pemerintah
meningkatkan perwujudan kepedulian perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan masyarakat.
mencegah perluasan jaringan narkoba
membina dan menampung mereka yang sudah terinfeksi untuk dipulihkan kembali
Usaha Gereja
Memberi pendidikan moral
Memberi informasi yang benar tentang bahaya narkoba
membantu meningkatkan mutu keluarga
Memperkuat kesaksian Injil
Melakukan tindakan pengobatan dan rehabilitasi
BAHAYA MEROKOK
Survei Vacr
Rata-rata Pria Perokok Indonesia
Habiskan 11-20 batang per hari / 48 %
Merokok Kretek
56 % mencoba tak pernah berhenti
30 % pernah serius mencoba berhenti
Ingin berhenti(39% serius, 49 % kadang-kadang)
Tak pernah diskusi dengan dokter untuk berhenti (68%)
Mulai meroko pada usia 15 merokok…
Tembakau yang dihisap:
³4000 zat kimia, ³250 racun atau bersifat karsinogenik1
Zat kimia pada tembakau2
Juga ditemukan di…
Hidrogen Sianida
Gas Beracun
Acetone
Cat
Butane
Bahan bakar pemantik
Arsenic
Racun tikus
Cadmium
Aki mobil/Batu baterei
Carbon monoxide
Asap knalpot
Amonia
Pembersih lantai/keramik
DDT
Insektisida
Metanol
Bahan bakar roket
Naftalen
Kamper
Vinil Klorida
Plastik
Toluene
Pelarut industri

Dampak Narkoba pada Sistem Koordinasi

Opoid
1. Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
2. Kerusakan penglihatan pada malam hari
3. Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal
4. Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya .
5. Penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.

Ekstasy
1. Pada rongga mulut : mulut terasa kering. Kaku pada pangkal lidah dan otot rahang serta dapat mengakibatkan luka pada lidah bibir
2. Pada jantung : memacu denyut jantung diatas normal. Dampak buruknya bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung hingga kematian
3. Pada otak : mengakibatkan gangguan pada otak berupa depresi. Paranoid dan bahkan sampai terjadi kerusakan permanen pada otak
4. Pada pencernakan –> nafsu makan turun, daya tahan tubuh menurun drastis, mudah sakit dan mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pada ginjal dan hat yang dapat menyebabkan kematian

Shabu-shabu
1. Pada mata anda akan melihat sesuatu yang tidak ingin anda lihat
2. Pada kulit pembuluh darah akan mengalami panas yang berlebihan dan pecah
3. Pada otak menyebabkan depresi, kepanikan, kecemasan yang berlebihan dan padat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.
4. Pada hati bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sabu-sabu bisa melemahkan akitvitas sel-sel hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati.

Cimeng
1. Pada kulit terlihat kering danm keriput, dan seperti usia tua
2. Pada pencernakan nafsu makan hilang melemahnya daya pikir dan rasa letih yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kematian
3. Pada otak menimbulkan depresi, hiperaktif, tak bisa mengendalikan diri, dan penggunaan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen
4. Pada mata mata menjadi merah, sukar tidur, gangguan presepsi pemghilatan dan padat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal bagi dirinya.

Cocain
1. Pada otak : menyebabkan depresi yang tidak bisa mengendalikan diri, cepat marah, hiperaktif dan mudah melakukan tindak pidana
2. Pada mata : pupil mata melebar yang menyebabkan insomnia (sukar tidur), gangguan persepsi penglihatan dan gangguan kecepatan reaksi hingga dapat menyebabkan kecelakaan
3. Pada kulit : timbul bintik merah keriput pada kulit dan seperti lebih tua
Pada jantung : tekanan darah meningkat yang berakibat pecahnya pembuluh darah hingga dapat menyebabkan kematian

Putaw
1. Pada otak : menyebabkan gangguan konesntrasi, penurunan daya ingat, gangguan proses berpikir, gangguan perilaku dan pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanent.
2. Pada mulut : terasa kering, kaku, dan bicara cadel
3. Pada kulit : menjadi kering dan keriput, tampak usia lebih tua
4. Pada jantung : memacu denyut jantung, tekanan darah meningkat, dampak buruknya mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung dan menyebabkan kematian
5. Pada pecernakan : mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pda organ-organ tubuh dampak Jangka Panjang

Magic mushrooms
1. Pada otak kenangan masa lalu akan bangkit, khususnya pengalaman buruk (bad trip) dapat juga menimbulkan mimpi buruk (nightmare) seperti di neraka. Pemakaian yan terus menerus akan menyababkan kerusakan dan kematian sel otak secara permanen
2. Pada lidah menyebabkan kekakuan dan gangguan sensifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit menelan

Dampak Narkoba pada Sistem Indra

Pada mata terjadi gangguan persepsi penglihtan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Pada pencernakan terjadi keracunan yang mengkibatkan mual dan muntah-muntah yang tak tertahankan, sehingga dapat menimbulakan dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang dapat menimbulkan kematian
Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.

Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.

Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar